Categories
- ๓๖ กลยุทธ์
- Article Melayu
- Article Thai
- Berita Melayu
- Berita Thai
- เจาะลึกสามก๊ก
- ซุนวู ๑๓ บท
- วิถีสามก๊ก
Showing posts with label Article Melayu. Show all posts
Showing posts with label Article Melayu. Show all posts
Monday, 4 July 2016
Friday, 17 June 2016
Benarkah Siam berjaya mensiamkan orang Melayu Patani
Membudayakan Peradaban
Barat, Memartabatkan Dasar
Thai antara agenda penting
dalam dasar Thai Rathaniyom
yang pernah diamalkan Field
Marshall Phibun Songkram pada
1938-1944. Pengamalan dasar
seperti ini amat kuat memainkan
peranan mengancam identiti etnik
minoriti khususnya kalangan
orang Melayu Islam di Selatan
Thai.
Tuesday, 24 May 2016
PERDAMAIAN DI UJUNG TANDUK
Perdamaian merupakan satusatunya
hasrat bagi masyarakat
manusia apabila menghadapi
konflik yang berlarutan, kemuakan
dan kejenuhan yang selalu
timbul di kalangan masyarakat
yang terlibat langsung dalam
situasi konflik maka disitulah
lahirnya rasa ingin mencari jalan
damai yang menjaminkan boleh
menjalani hidup secara damai
dan harmunis. Bagi Bangsa Melayu
Patani sejak berabad-abad
lamanya telah mengalami situasi
konflik, semenjak kejatuhan
Negara Patani ketangan pemerintah
Siam Thai pada tahun 1785
hinga sekarang. Bangsa Melayu
Patani semenjak dari itu tidak
pernah berdiam diri sentiasa mencari
jalan untuk menghindari dari
kesiksaan dan penderitaan yang
menjadi mangsa bagi keganasan
konflik, dari generasi ke generasi
yang tidak pernah berkesudahan
yaitu berpunca dari konflik yang
dicetus oleh Siam Thai.
Friday, 18 March 2016
Renungan dan kajian terhadap Serangan pejuang pembebasan Patani
Oleh :Semut ApiSalam satu Patani, sedikit renungan dan kajian terhadap Serangan pejuang pembebasan Patani di kem tentera renger Siam di hospital Choh Erong Narathiwat pada 13 -3- 2016 telah mengundang dan menjadi perhatian bagi setiap lapisan masyarakat, terutama lembaga kemanusiaan dan hak asasi manusia. Dalam dan Luar negara.
Sunday, 13 March 2016
KONFRONTASI; PATANI VS THAILAND [ Perang Asimetris Ideolog | Full Times and Part Times ]
Rekonsialisasi pemerintah Thailand dengan masyarakat Patani dalam menyelesaikan konflik yang selama ini terjadi dengan menglibatkan pihak ketiga yaitu actor asing yang dorong dan dokongan sehingga melahirkan kesepakatan perhatian peremushan akibat konflik dan prosesi perdamaian yang hakiki.
Dalam konflik yang terjadi dapat kita temui bahwa konflik umumnya berakar pada latar-belakang politik, maupun berasal dari kebijakan yang tidak adil. Di sisi lain, ketidak-imbangan alokasi sumberdaya telah mendorong rasa ketidakadilan yang berujung pada konflik. Sementara, isu agama, etnis, maupun separatism, merupakan factor pemicu yang membungkuskan konflik terus berkepanjangan. Dalam situasi konflik, hampir seluruh fungsi-fungsi pemerintah tidak dapat berjalan efektif.
Sunday, 6 March 2016
SEJARAH ASAL USUL SEKOLAH MELAYU DI PATANI
Ada bukti mengatakan bahawa sekolah Melayu (TADIKA: Taman Didikan Kanak-Kanak) telah diakui oleh Kementerian Dalam Negeri Thailand, Pada tanggal 27 October 1949 (2492 B). Ini bererti sekolah Melayu telah wujud sebelum tarikh itu lagi.
Pada asal sekolah Melayu adalah di ibaratkan sebagai pusat pengajian Al-Quran dan Bahasa Melayu di rumah-rumah Tuan Guru yang mengajar Al-Quran waktu sepas sholat Maghrib, kemudian mengajar mata pelajaran Tajuwid dan Bahasa Melayu dengan menggunakan tulisan Jawi (Arab-Melayu). Disebabkan pada satu masa dulu, kerajaan Siam memaksakan anak-anak Melayu Patani bersekolah dalam system persekolahan Siam (Sekolah Dasar Kebangsaan Thai), ia menggunakan bahasa Thai sebagai pengantar serta mengharamkan bercakap Malayu dalam sekolah Siam. Maka peluang untuk anak Melayu belajar agama dan Melayu sangat sedikit.
PERANG RAKYAT DI PATANI DAN PUNCA PATANI DIRAMPAS OLEH SIAM
Perang rakyat di Patani dalam sejarah adalah perjalanan hidup manusia ada semenjak masa dahulu dan masa era kekinian, perkembangan demi perkembangan sesuai dengan corak bumi dan tinkahlaku manusia didalam masanya masing-masing dalam menentu cara berperang, seiring dengan perkembang ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan oleh para ilmuan, baik yang ada di Barat dan Timur, semua adalah untuk memajukan bangsa diri sendiri, dalam rangka bersaingan dan pertahanan sebuah wilayah yang mareka sedang huni didalamnya.
Sedih dan luka yang membawa pilu menghiris hati anak bangsa dan umat manusia bila peperangan terjadi dan kedamaian adalah harapan satu-satunya untuk membawa ketenangan didalam kehidupan, jiwa kecil dalam diri anak manusia tidak ada keinginan untuk berperang, akan tetapi jalan buntu dalam penyelesaian masalah, maka perang yang menjadi pilihan anak manusia dimuka bumi ini, dari zaman batu sampai pada zaman modern sekarang.
Tuesday, 23 February 2016
"PENJAJAH TERTIPU, TOK JANGGUT TIDAK TERKORBAN"
Tahun 2015 yang akan melabuhkan tirai pada Khamis agak signifikan daripada segi sejarah kerana ia menandakan genap 100 tahun berlakunya peristiwa Tok Janggut menentang British di Kampung Dalam Pupoh, Pasir Puteh, Kelantan.
Kalau hendak diikutkan, sudah banyak artikel Tok Janggut diketengahkan sebelum ini.
Namun apabila diselidiki hampir kesemua berkongsi sumber yang sama dan tidak banyak maklumat catatan yang boleh diambil sebagai rujukan serta pengajaran bersama.
Monday, 22 February 2016
TOKOH MELAYU PATANI TENKU MAHMUD MAHYUDDIN HARIMAU PEMIMPIN GERILYA
Setelah jatuh kerajaan Patani di tangan jajahan Siam atau Thai pada tahun 1785, nasib hidup rakyat Melayu Islam Patani tidak lagi aman masih dalam kesengsaraan dan kederitaan rakyat Islam patani bertambah kuat lagi apabila kerajaan Islam Patani jatuh dengan secara rasmi pada tahun 1902. rakyat dizalim, ditindas, dianiayai oleh kerajaan siam. Banyak tokoh-tokoh ulama berjuang untuk menuntut keadilan dan hak asasi manusiaan, terdirinya Tuan Haji Sulong, Tok kenali, Syeik Daud Alfathoni, Tengku Mahmud Mahyuddin dan sebagainya.
Tokoh yang harus disebut juga dalam perjuang Islam Melayu Patani yaitu Tengku Mahmud Mahyuddin, Tengku Mahmud Mahyuddin adalah anak sultan Patani terakhir dari seorang ibunda yang berasal dari Kelantan, Tengku Mahmud Mahyuddin tumbuh besar di tengah-tengah gejolak Negeri Patani yang menjadi rebutan antara Siam dan Inggris. Dilahirkan 30 Oktober 1908, Tengku Mahmud Mahyuddin tidak merasa lama tumbuh dalam asuhan ibu, ibu pun mati meninggal dunia dan sauhan di teruskan pada ibu tiri, sejak ia berusia empat tahun. Masa kecilnya dihabiskan dalam suasana pendidikan di Kelantan,sejak usia tujuh tahun di sekolah majlis Agama Islam Kelantan.
POLITIK IDENTITAS PATANI TERHADAP THAILAND
Proses perubahan social politik di Patani tidak terlepas dari peran actor-actor baik Civil Society Organizations (CSOs), kultural masyarakat Patani dan elit politk yang berada di pusat kekuasaan. Dengan modal-modal yang mereka memiliki mampu membawa perubahan yang singnifikan dengan bekerjasamanya ketiga actor itu dalam membangun perdamaian di Patani. Sunday, 21 February 2016
PROJEK BINAAN JAMIAH ISLAM SYEIKH DAUD AL-FATHONI (JISDA)
I.PENGENALAN SINGKAT JISDA SEKARANG
Jamiah
Islam Syeikh Daud al-Fathoni (JISDA) adalah institusi perguruan tinggi
Islam swasta dan berlokasinaya di ibu kota provinsi Yala ( sebelah utara
pusat pentadbiran ibu kota wilayah Yala). Sekarang JISDA sudah dapat
dikembang menjadi empat Fakultas; pertama, Fakultas Tarbiyyah, Fakultas
Syariah, Fakultas Ushuluddin, dan Fakultas Dirasat Islamiyah wal
Arabiyyah. JISDA ini, di bawah naungan yayasan “Muassasah ats-Tsaqafah
Islamiyah Yala-haji Harun ”. Alamat JISDA No. 762 Jalan siroros, Muang,
Yala. Tel. 073-212412, 222825 Fax. 073-240167.
Kenapa
Perguruan Tinggi Islam kami diberikan nama Jamiah Islam Syeikh Daud?
Marilah kita perhatikan sejenak bagaimana ketokohan Syeikh Daud
al-Fathoni secara singkat, sebagaimana di bawah ini;
Haji Sulong Sang Permata Patani (1895 – 1954)
Oleh: H. Rosidi Semail (Rossem)
SEBUAH wacana pemikiran Tuan Guru Haji Sulong, Kilauan Permata Pattani telah didiskusikan di Dewan Bahasa dan Pustaka Wilayah Timur (DBPWT), Kota Bharu, Kelantan, Malaysia tanggal 9 Januari 2016 lalu.
Acara diresmikan oleh Timbalan Mufti Kerajaan Negeri Kelantan, Dato’ H. Nik Abdul Kadir Nik Mohamad. Panelis terdiri Prof. Madya Dr. Ahmad Omar Chapakia dari Universitas Pattani, Thailand, Zamberi A. Malek penulis buku Tuan Guru Haji Sulong, Ustaz Farid Mat Zain dosen Jabatan Pengajian Arab dan Tamadun Islam Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM) dan Ustaz Abdul Razak Mahmud, mantan editor Majlis Agama Islam dan Adat Istiadat Melayu Kelantan (MAIK).
Acara diresmikan oleh Timbalan Mufti Kerajaan Negeri Kelantan, Dato’ H. Nik Abdul Kadir Nik Mohamad. Panelis terdiri Prof. Madya Dr. Ahmad Omar Chapakia dari Universitas Pattani, Thailand, Zamberi A. Malek penulis buku Tuan Guru Haji Sulong, Ustaz Farid Mat Zain dosen Jabatan Pengajian Arab dan Tamadun Islam Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM) dan Ustaz Abdul Razak Mahmud, mantan editor Majlis Agama Islam dan Adat Istiadat Melayu Kelantan (MAIK).
***
Wednesday, 17 February 2016
Hangusnya Al Qur’an Kami, Tangis Air Mata Muslim Patani (2-Habis)
BERKALI-kali Baliyan hanya bisa menundukkan kepalanya ketika Islamposbersama relawan Tim Road for Peace berkunjung ke Pondok Al Jihad Fi Sabilillah di Patani. Gurat kesedihan tampak memancar dari wajah pria berumur 30 tahunan itu. Sedangkan di sekelilingnya bangunan tempat para santri belajar hanya tinggal kenangan usai berhenti beraktivitas sejak tahun 2005.Hangusnya Al Qur’an Kami, Tangis Air Mata Muslim Patani (1)
“Pondok Pesantren kami dibakar beserta kitab-kitabnya. Sekarang anak Patani tidak punya lagi tempat belajar,”
Tiba-tiba lelehan air mata menetes dari wajah Qosim. Sambil menyeka muka dengan tangannya, badan Imam masjid Pondok Al Jihad Fi Sabilillah berusia 60 tahunan itu bergetar hebat.
Dari arah belakang, Sulaiman, mengusap-usap punggungnya. Mantan santri di Pondok Jihad Fi Sabilillah itu hanya bisa diam meratapi pondoknya diberangus.
Tuesday, 16 February 2016
CERITA DUKA PONDOK JIHAD
Tertutup adegan “Pondok Jihad Wittiya” setelah pengadilan hukum berkeputusan merebut properti tanah wakaf bekas po...ndok, keluarga si pemilik memutuskan tidak banding kasusnya dengan berpindah ke masjid tempat tinggal sementara “Kami sering disentuhi berbagai macam ganguan dan ingin hidup seperti orang normal”.
Ahad 14 Febuari 2016, Keluarga siap berkemas semua harta miliki dirumah asal bekas Pondok Jihad Wittiya di sebuah Kampung Taqdam, Kecematan Telok Kapur, Kabupaten Yaring, Provinsi Patani, Thailand Selatan. Berserta warga desa disekitar kampung dan alumni saling membantu untuk berangkat keluar dari rumah yang merupakan lokasi dari bekas sekolah pondok. Mereka harus meninggalkan tempat diaman asal ini setelah kalah kasus di pengadilan. Karena diperintahkan mahkamah untuk ditarik miliki tanah dengan menjadi harta negara mengikut Undang-undang Pertahanan dan Anti-Pencucian Uang 1999, dengan kes tuduhan kasus lokasi pondok tersebut sebagai markaz pelatihan dan mendukung pejuang dengan senjata kekerasan.
Ahad 14 Febuari 2016, Keluarga siap berkemas semua harta miliki dirumah asal bekas Pondok Jihad Wittiya di sebuah Kampung Taqdam, Kecematan Telok Kapur, Kabupaten Yaring, Provinsi Patani, Thailand Selatan. Berserta warga desa disekitar kampung dan alumni saling membantu untuk berangkat keluar dari rumah yang merupakan lokasi dari bekas sekolah pondok. Mereka harus meninggalkan tempat diaman asal ini setelah kalah kasus di pengadilan. Karena diperintahkan mahkamah untuk ditarik miliki tanah dengan menjadi harta negara mengikut Undang-undang Pertahanan dan Anti-Pencucian Uang 1999, dengan kes tuduhan kasus lokasi pondok tersebut sebagai markaz pelatihan dan mendukung pejuang dengan senjata kekerasan.Saturday, 23 January 2016
Kelebihan BerPERANG di Jalan ALLAH
Berperang Pada Jalan ALLAH
Maksud Jihad dari segi syariat, istilah, dan hakikat jihad itu sendiri ialah Al-Qitalu Fi Sabilillah (Berperang Pada Jalan ALLAH). Sebarang usaha yang dilakukan keatas diri sendiri, keluarga, masyarakat, dan negara untuk memenuhi perintah ALLAH dan RASUL (usaha menegakkan ajaran Islam) hanyalah ranting-ranting jihad. Tapi, pokok jihad sebenarnya ialah berperang pada jalan ALLAH.
Ayat Ayat Perang di Jalan ALLAH
وَكَأَيِّن مِّن نَّبِيٍّ قَاتَلَ مَعَهُ رِبِّيُّونَ كَثِيرٌ فَمَا وَهَنُواْ لِمَا أَصَابَهُمْ فِي سَبِيلِ اللهِ وَمَا ضَعُفُواْ وَمَا اسْتَكَانُواْ وَاللَّهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ (146). وَمَا كَانَ قَوْلَهُمْ إِلاَّ أَن قَالُواْ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ (147). فَآتَاهُمُ اللَّهُ ثَوَابَ الدُّنْيَا وَحُسْنَ ثَوَابِ الآخِرَةِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ (148).(سورةآل عمران أية 146-148).
Subscribe to:
Posts (Atom)







